Ketika Musibah Menimpa



Assalamualaikum warahmatullah...

dah lama rasanya nak tulis berkaitan hal ni..tapi bila time ingat nak tulis...internet problem....
time da kesempatan nak tulis...xingat plak nak tulis tentang ni.semalam teringat nak tulis, sbb malam tadik aku da chat dgn sorang sahabat kat mesir..

Kami sembang berkaitan 5 orang sahabat yang terlibat dalam kemalangan di Kaherah...
Seorang sahabat,Ammar Zulkifli telah meninggal dunia.Allah lebih sayang padanya..
Manakala, 2 sahabt yang lain berada dalam keadaan yg agak kritikal, dan 2 lagi keadaan stable..

Didalam sunnah nabi kita Shalallah alaihi wassalam, apabila kita mendengar seseorang ditimpa musibah atau kita mendapat musibah. Kita disunnahkan untuk mengucapkan Innalillah wainnailaihi rajiun(Sesungguhnya kita adalah milik Allah,dan sesungguhnya hanya kepada-Nya lah kita dikembalikan)..dan berdoalah..

Di dalam riadhus Shalihin..terdapat 1 hadith yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang mana menyatakan peristiwa wafatnya Abu Salamah,salah seorang sahabat nabi..Nabi Shalallah alaihi wassalam pergi untuk menziarahi Abu Salamah..Ketika Rasulullah Shalallah alaihi wassalam masuk, Rasulullah mendoakan untuk Abu Salamah dengan doa “Allahummaghfirlahu,Warhamhu, Wa’afihi,Wa’fu’anhu. Wa akrim nuzulahu..(ila akhir hadith)”


Mari kita hayati Maksud doa yg dibacakan oleh Nabi


“Ya Allah,ampuni,sayangi,selamatkan dan maafkanlah ia.serta muliakanlah tempat tinggalnya,luaskanlah kuburnya,mandikanlah ia dengan air sejuk dan ais dan sucikanlah ia dari dosa-dosa sebagaimana Engkau memutihkan baju dari kotoran,gantikanlah rumahnya dgn tempat tinggal yg lebih baik dan berilah ia ganti keluarga dan isteri yang lebih baik daripada keluarga yg ditinggalkannya serta masukkanlah ia ke dalam syurga dan jauhikan ia dari azab kubur atau azab neraka”( Rujuk Buku Doa,Dzikir dan Wirid Sehari-hari menurut Al-Quran dan As-Sunnah(Hisnul Muslim),Bab Doa Ketika Menyolatkan Mayyit,m/surat 168,169)


Didalam hadith yg sama, Rasulullah mengajarkan kepada Ummu Salamah, apabila ditimpa musibah, berdoalah kepada Allah dengan cara yang diajar oleh Nabi..


“Innalillah wainnaa ilaihi raji’un,Allahumma ajurni fi musibati, wakhlufli khairan minha”


Maksudnya


“Sesungguhnya kita adalah milik Allah,dan sesungguhnya hanya kepada-Nya lah kita dikembalikan, Ya Allah berikanlah aku ganjaran atas musibah ini dan gantikanlah ia dengan sesuatu yg lebih baik”(Ibid,Bab Doa Orang yg Ditimpa Musibah,mukasurat 166/167).



Pada mulanya Ummu Salamah terdetik,mana mungkin ada yang lebih baik dari Abu Salamah.Namun sesudah itu Rasulullah sendiri yang datang untuk mengahwini beliau.Dan ternyata benarlah apa yang diajarkan oleh Rasululullah.


Hadith ini shahih dan diriwayatkan oleh Imam Muslim didalam Shahihnya,jilid 2,hadith 632.




Namun,Adat orang Melayu diMalaysia, apabila dikhabarkan tentang berita kematian seseorang saudara seIslam..mereka tidak berdoa seperti yang Rasulullah ajarkan,tetapi mereka menyatakan “mari kita sedekahkan Al-Fatihah kepada saudara kita yang baru meninggal dunia”

Dari mana datangnya amalan ini?kepada siapa disandarkan amalan ini?



Jika mereka mengatakan ini dari mazhab Syafie..sesungguhnya Imam Syafie tidak pernah menyatakan sedemikian.Imam Syafie berpendapat bahawa bacaan Al-Quran kepada si mati,pahalanya tidak sampai kepada si mati,begitu juga pendapat imam Hanbali dan Imam Hanafi.


Namun masih ada ulama’ yang mengatakan sampai pahala kepada si mati,tapi dengan syarat tidak ada unsur upah. Ulama yang menyatakan sedemikian adalah Imam Ibn Qayyim al-Jauzi didalam kitabny Ar-Ruh dan Imam Malik..


Hal ini ulama berbeza pendapat..tetapi jika berdoa,para ulama sepakat bahwa doa akan sampai pada simati..


Sekarang pada kita ada 2 pilihan dimana 1 perkara yang jelas dan lebih yakin untuk diamalkan dan 1 perkara yang masih tidak tahu kebenarannya( Hanya Allah mengetahui).. Pilihlah yang mana kita suka..


Semoga Allah merahmati sahabat-sahabat kita yang telah ditimpa ujian ini dan memberi mereka kekuatan agar terus tegar dijalan Allah ini

Comments

Popular posts from this blog

Terima kasih atau Jazakallah Khairan....

Hukum Bersalaman dan Aurat dengan Kakak/Abang Ipar